Skip to main content

Tips Tangkal Ransomware Seperti Serangan Hacker Jogja ke Perusahaan AS

Tips Tangkal Ransomware Seperti Serangan Hacker Jogja ke Perusahaan AS


PT Kontak Perkasa Futures - Modus ransomware jadi 'senjata' hacker untuk memeras sebuah perusahaan. Terbukti, salah satu server perusahaan asal Amerika Serikat (AS) mampu diobrak-abrik oleh hacker asal Yogyakarta. Berkaca pada kasus tersebut, pakar keamanan siber Alfons Tanujaya membagi tips jitunya.

Alfons mengatakan, ransomware ini menyebar lewat email atau menyerang server internet yang membuka akses remote.

Jadi, langkah pertama adalah amankan database penting secara disiplin alias di-backup dan dibuat offline atau tidak bisa diakses bersamaan dengan server.

Baca Juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

"Sehingga kalau kena ransomware, backip tidak ikut dienskripsi," kata Alfons, Minggu (27/10).

Dilanjutkan Alfons, kalau vendor sekuritinya mendukung berikan proteksi ransom protect yang bisa mengembalikan data yang dienkripsi ransomware hanya dengan beberapa kali klik.

"Hati-hati jika menerima lampiran atau file yang tidak dikenal. Jangan dijalankan karena akan mengaktifkan ransomware," ucap dia.

"Khusus untuk server yang di-remote, batasi kesempatan maksimal percobaan password gagal untuk menghambat bruteforce. Batasi IP-IP yang boleh melakukan remote," pungkas Alfons.

Comments

Popular posts from this blog

Aset Haven Meningkat Terkait Penembakan Pembangkit Nuklir, Emas Naik

  Aset Haven Meningkat Terkait Penembakan Pembangkit Nuklir, Emas Naik Kontak Perkasa Futures  - Emas naik karena meningkatnya permintaan untuk aset haven, setelah penembakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa yang menimbulkan kekhawatiran atas keamanan fasilitas di Ukraina. Bullion menuju kenaikan mingguan karena investor mempertimbangkan dampak ekonomi dari invasi Rusia. Lonjakan harga minyak telah memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan global dan risiko inflasi. Sementara harga emas di pasar spot naik sebanyak 0,8% menjadi $1,950.88 per ons, sebelum diperdagangkan pada $1,940,74 pada 09:24 pagi di Singapura. Harga naik lebih dari 2% pekan ini. Palladium bertambah 1,6%, membawa kenaikan pekan ini menjadi sekitar 19%, di tengah kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan karena Rusia memproduksi sekitar 40% dari logam yang ditambang secara global. Perak stabil dan platinum naik.(yds) Sumber: Bloomberg PT KP Press Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa PT Ko...

Emas Naik ke Tertingginya 8-Bulan Saat Risiko Ukraina Tingkatkan Permintaan Aset Safe Haven

  Emas Naik ke Tertingginya 8-Bulan Saat Risiko Ukraina Tingkatkan Permintaan Aset Safe Haven PT Kontak Perkasa  - Emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari delapan bulan karena kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik memicu permintaan untuk aset haven. Bullion baru saja mencatatkan kenaikan tiga minggu berturut-turut, didorong lebih tinggi oleh kemungkinan konflik di Eropa. Dalam perkembangan terakhir, AS telah mengatakan kepada sekutunya bahwa setiap invasi Rusia ke Ukraina berpotensi membuatnya menargetkan beberapa kota di luar ibu kota Kyiv, menurut tiga orang yang mengetahui masalah tersebut. Presiden Joe Biden mengatakan pada hari Jumat bahwa dia sekarang yakin Presiden Rusia Vladimir Putin telah memutuskan untuk bergerak melawan Ukraina dan bahwa invasi - termasuk serangan di Kyiv - dapat terjadi dalam beberapa hari. Moskow terus menyangkal rencananya untuk menyerang tetangganya yang lebih kecil dan mengatakan telah menarik pasukan kembali dari daerah d...

Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi pada Rabu

  Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi pada Rabu PT Kontak Perkasa  -  Bursa Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Rabu (16/2) memperpanjang reli Wall Street di tengah meredanya kekhawatiran akan invasi Rusia ke Ukraina. Indeks acuan Nikkei 225 naik 1,42 persen atau 381,03 poin menjadi 27.246,22 pada awal perdagangan, sedangkan Indeks Topix yang lebih luas menguat 1,30 persen atau 24,94 poin menjadi 1.939,64. ( knc ) Sumber : AFP PT KP PRESS Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa PT Kontak Perkasa Futures