Skip to main content

4 Tanda Mobil Perlu Turun Mesin

4 Tanda Mobil Perlu Turun Mesin

PT Kontak Perkasa Futures - Turun mesin atau overhaul jadi hal yang tidak diinginkan setiap pemilik mobil. Sebab proses ini bakal memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit. Sesuai rekomendasi, turun mesin disarankan setiap interval 150.000 km. Tapi karena suatu hal, bukan tidak mungkin turun mesin dilakukan lebih cepat dari patokan tersebut.

Melansir dari laman Suzuki Indonesia, ada beberapa gejala atau tanda yang dapat diperhatikan pemilik mobil untuk mempertimbangkan proses turun mesin. Apa saja?

Pertama adalah ketika knalpot mengeluarkan asap Putih. Ketika knalpot mobil Anda mengalami hal itu, tandanya ada oli yang masuk ke ruang bakar. Masuknya oli ke ruang bakar mesin umumnya disebabkan ring piston yang aus atau baret pada boring piston.

Baca Juga : Bitcoin 'Bikin Sakit', Lebih Baik Pilih Emas

Selanjutnya adalah gejala mesin pincang akibat busi berkerak. Tandanya suara mesin aneh, brebet ketika berakselerasi, dan penurunan rpm di putaran mesin tinggi. Salah satu penyebab mesin pincang adalah busi yang tidak lagi bekerja maksimal atau mengalami penurunan percikan api. Hal ini bisa disebabkan karena kerak yang menumpuk akibat oli yang naik hingga ke busi.

Tanda ketiga adalah oli mesin yang berkurang drastis. Mesin yang sudah 'memakan' oli bisa kita lihat dari volume oli yang berada di mesin. Anda bisa menggunakan dipstick untuk melihat level oli, apakah sudah melewati ambang batas minimal atau belum. Oli mesin yang berkurang drastis biasanya disebabkan karena oli masuk ke ruang bakar.

Gejala keempat adalah suhu mesin sering panas. Tidak hanya kerusakan pada sistem pendinginan, suhu mesin yang kerap berada di batas overheat juga bisa menandakan adanya kebocoran kompresi.

Hal tersebut dapat disebabkan oleh paking kepala silinder yang sudah getas. Ini menyebabkan air radiator terus berkurang karena masuk ke ruang bakar dan akhirnya membuat suhu mesin menjadi lebih panas bahkan bisa berisiko besar mengalami overheat.

Comments

Popular posts from this blog

Saham Asia Jatuh di Tengah kekhawatiran Virus Varian Delta

  Saham Asia Jatuh di Tengah kekhawatiran Virus Varian Delta PT Kontak Perkasa Futures - Saham Asia gagal mengikuti penutupan yang kuat di Wall Street dengan kekhawatiran tentang penyebaran virus corona varian Delta membebani sentimen bahkan setelah data inflasi AS meredakan kekhawatiran Federal Reserve akan terburu-buru untuk mengurangi dukungan ekonominya. Data itu juga menyebabkan dolar mundur terhadap sebagian besar mata uang utama dan imbal hasil Treasury AS turun tipis semalam meskipun keduanya lebih stabil di jam Asia. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,25% pada awal perdagangan, terseret oleh penurunan 0,24% pada saham bluchip China. Indeks Hong Kong turun 0,2% sementara saham Australia sebagian besar datar dan Nikkei Jepang naik 0,35%. (Tgh) Sumber: Reuters PT KP PRESS PT KONTAK PERKASA FUTURES PT KONTAK PERKASA