Skip to main content

Bea Cukai Mulai Sidik Penyelundupan Harley Eks Bos Garuda

Bea Cukai Mulai Sidik Penyelundupan Harley Eks Bos Garuda 

PT Kontak Perkasa - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menyebut kasus penyelundupan Harley-Davidson yang melibatkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara sudah masuk tahap penyidikan.

"Penyidikan masih on going ya. Sabar sedikit," katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (11/12).

Heru mengatakan melalui penyidikan motor gede tersebut, nantinya pihaknya memungkinkan untuk menyeret Ari Ashkara dan pihak-pihak yang terlibat lainnya ke pidana.

Baca Juga : Ini Investasi yang menarik di Tahun Politik

"Kalau pidana kan, kita ada penyidik. Jadi kita yang akan memproses. Kalau pidana ya, kalau diputuskan pidana," ujarnya.

Di sisi lain, Heru masih enggan menyebutkan waktu terkait dirilisnya hasil penyidikan tersebut. Namun ia memastikan hasil penyidikan akan disampaikan bersamaan dengan penyidikan sepeda Brompton senilai Rp52 juta.

"Sabar sedikit. Nanti itu pake hasil investigasinya (brompton)," katanya.

Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu menangkap basah upaya penyelundupan Motor Harley-Davidson dan Sepeda Brompton melalui pesawat Garuda. Setelah diselidiki, penyelundupan ternyata melibatkan Dirut Garuda Ari Askhara.

Atas keterlibatan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir kemudian memutuskan untuk memecat Ari dari jabatannya. CNNIndonesia telah berupaya meminta tanggapan kepada Ari terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya tersebut.

Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Comments

Popular posts from this blog

Saham Asia Jatuh di Tengah kekhawatiran Virus Varian Delta

  Saham Asia Jatuh di Tengah kekhawatiran Virus Varian Delta PT Kontak Perkasa Futures - Saham Asia gagal mengikuti penutupan yang kuat di Wall Street dengan kekhawatiran tentang penyebaran virus corona varian Delta membebani sentimen bahkan setelah data inflasi AS meredakan kekhawatiran Federal Reserve akan terburu-buru untuk mengurangi dukungan ekonominya. Data itu juga menyebabkan dolar mundur terhadap sebagian besar mata uang utama dan imbal hasil Treasury AS turun tipis semalam meskipun keduanya lebih stabil di jam Asia. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,25% pada awal perdagangan, terseret oleh penurunan 0,24% pada saham bluchip China. Indeks Hong Kong turun 0,2% sementara saham Australia sebagian besar datar dan Nikkei Jepang naik 0,35%. (Tgh) Sumber: Reuters PT KP PRESS PT KONTAK PERKASA FUTURES PT KONTAK PERKASA