Skip to main content

Temuan BPK: 8 Pemda Belum Kasih Insentif Nakes

 

Temuan BPK: 8 Pemda Belum Kasih Insentif Nakes

PT Kontak Perkasa - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sejumlah permasalahan menyangkut penyaluran insentif nakes (tenaga kesehatan) oleh pemerintah daerah (pemda) selama pandemi covid-19. Salah satunya, sebanyak delapan pemda belum menyalurkan insentif kepada nakes.

Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara V BPK Bahrullah Akbar menuturkan kesimpulan itu diambil BPK dari pemeriksaan kepada 107 pemda di seluruh Indonesia. Mayoritas, yakni 68 pemda yang menjadi target pemeriksaan BPK berada di Jawa dan Sumatera.

"Permasalahan terkait insentif tenaga kesehatan, antara lain pemda belum melakukan pembayaran insentif tenaga kesehatan," tuturnya pada webinar Kebijakan Pemerintah Daerah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19, Kamis (17/6).

Namun, Bahrullah tidak merincikan delapan pemda yang dimaksud BPK tersebut. Selain itu, BPK juga mencatat 23 pemda membayarkan insentif nakes tidak tepat waktu dan 13 pemda menyalurkan insentif nakes tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga :  Menengok prospek bisnis investasi di tahun politik

Kemudian, tujuh pemda masih mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) atas penyaluran insentif nakes dan 24 pemda mengalami kelebihan penyaluran insentif nakes.

Selain persoalan penyaluran insentif nakes, BPK juga menemukan rasionalisasi anggaran penanganan covid-19 di daerah. Salah satunya, 26 pemda menganggarkan dana refocusing dan realokasi selain untuk penanganan covid-19.

"Pemda menganggarkan anggaran refocusing dan realokasi selain untuk penanganan covid-19," ujarnya.

Permasalahan anggaran yang ditemukan BPK lainnya adalah 32 pemda tidak melaksanakan rasionalisasi pendapatan daerah berdasarkan pagu penyesuaian target pendapatan.

Kemudian, 59 pemda tidak melaksanakan rasionalisasi belanja daerah minimal 35 persen dan 18 pemda melaksanakan refocusing dan realokasi tanpa ketersediaan dana hasil rasionalisasi.

Dari sisi penyaluran stimulus dan bantuan sosial (bansos), BPK juga menemukan sejumlah kendala. 10 pemda tidak menyusun rencana kegiatan belanja stimulus UMKM dan sepuluh pemda sudah menganggarkan rencana belanja stimulus UMKM, namun tidak memiliki prosedur pemberian yang memadai.

"Pemda juga tidak menetapkan kriteria penerimaan stimulus UMKM dan tidak menyalurkan stimulus atau tidak tepat sasaran," imbuhnya.

BPK juga menemukan bahwa sejumlah pemda mengalami permasalahan dari sisi penanganan dampak ekonomi. Salah satunya, 11 pemda tidak merencanakan kegiatan penanganan dampak ekonomi.

Kemudian, tujuh pemda sudah merencanakan, namun belum merealisasikan kegiatan penanganan dampak ekonomi.

"Pemda memiliki perencanaan kegiatan yang tidak memadai, antara lain tidak didukung dengan hasil kajian verifikasi di lapangan, tidak mengatur kriteria program kegiatan, penerima bantuan, dan tidak didukung oleh analisa serta data," terangnya.

Ia menuturkan klastering permasalahan tersebut, mulai dari pembayaran insentif nakes hingga penanganan dampak pandemi, cukup memberikan gambaran bahwa proses eksekusi di daerah masih menemui berbagai permasalahan.

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Aset Haven Meningkat Terkait Penembakan Pembangkit Nuklir, Emas Naik

  Aset Haven Meningkat Terkait Penembakan Pembangkit Nuklir, Emas Naik Kontak Perkasa Futures  - Emas naik karena meningkatnya permintaan untuk aset haven, setelah penembakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa yang menimbulkan kekhawatiran atas keamanan fasilitas di Ukraina. Bullion menuju kenaikan mingguan karena investor mempertimbangkan dampak ekonomi dari invasi Rusia. Lonjakan harga minyak telah memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan global dan risiko inflasi. Sementara harga emas di pasar spot naik sebanyak 0,8% menjadi $1,950.88 per ons, sebelum diperdagangkan pada $1,940,74 pada 09:24 pagi di Singapura. Harga naik lebih dari 2% pekan ini. Palladium bertambah 1,6%, membawa kenaikan pekan ini menjadi sekitar 19%, di tengah kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan karena Rusia memproduksi sekitar 40% dari logam yang ditambang secara global. Perak stabil dan platinum naik.(yds) Sumber: Bloomberg PT KP Press Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa PT Ko...

Emas Naik ke Tertingginya 8-Bulan Saat Risiko Ukraina Tingkatkan Permintaan Aset Safe Haven

  Emas Naik ke Tertingginya 8-Bulan Saat Risiko Ukraina Tingkatkan Permintaan Aset Safe Haven PT Kontak Perkasa  - Emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari delapan bulan karena kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik memicu permintaan untuk aset haven. Bullion baru saja mencatatkan kenaikan tiga minggu berturut-turut, didorong lebih tinggi oleh kemungkinan konflik di Eropa. Dalam perkembangan terakhir, AS telah mengatakan kepada sekutunya bahwa setiap invasi Rusia ke Ukraina berpotensi membuatnya menargetkan beberapa kota di luar ibu kota Kyiv, menurut tiga orang yang mengetahui masalah tersebut. Presiden Joe Biden mengatakan pada hari Jumat bahwa dia sekarang yakin Presiden Rusia Vladimir Putin telah memutuskan untuk bergerak melawan Ukraina dan bahwa invasi - termasuk serangan di Kyiv - dapat terjadi dalam beberapa hari. Moskow terus menyangkal rencananya untuk menyerang tetangganya yang lebih kecil dan mengatakan telah menarik pasukan kembali dari daerah d...

Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi pada Rabu

  Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi pada Rabu PT Kontak Perkasa  -  Bursa Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Rabu (16/2) memperpanjang reli Wall Street di tengah meredanya kekhawatiran akan invasi Rusia ke Ukraina. Indeks acuan Nikkei 225 naik 1,42 persen atau 381,03 poin menjadi 27.246,22 pada awal perdagangan, sedangkan Indeks Topix yang lebih luas menguat 1,30 persen atau 24,94 poin menjadi 1.939,64. ( knc ) Sumber : AFP PT KP PRESS Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa PT Kontak Perkasa Futures