Myanmar Perlu Bantuan Darurat Terkait COVID-19
Kontak Perkasa Futures - Satu kelompok terdiri dari 16 organisasi bantuan kemanusiaan telah mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan tentang "bencana kemanusiaan yang memburuk pesat di Myanmar yang dipicu oleh meroketnya kasus COVID-19 dan meluasnya kekerasan."
"Lebih dari 60 persen kematian akibat COVID-19 yang dilaporkan di Myanmar telah terjadi dalam sebulan terakhir saja, dengan jumlah kasus terkonfirmasi berlipat dua dalam dua bulan terakhir," menurut perrnyataan kelompok itu yang dikeluarkan pada 2 Agustus.
"Fasilitas-fasilitas layanan kesehatan dari Kachin hingga Mandalay sampai Yangon tetap tutup sementara para petugas kesehatan menghadapi kekerasan dan ancaman," kata pernyataan itu. "Lebih dari 400 dokter dan 180 perawat telah diberi surat perintah penangkapan sejak pengambilalihan kekuasaan oleh militer pada Februari 2021."
"Komunitas tempat kami bekerja dalam keadaan putus asa dan sekarat ... Penduduk sekarang ini memerlukan akses yang aman dan adil ke bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan," kata Laura Marshall, Direktur Dewan Pengungsi Norwegia di Myanmar, dalam pernyataan itu.
Badan Kesehatan Masyarakat Kanada mengemukakan dalam sebuah pernyataan pekan lalu mengenai denda yang ditetapkan terhadap dua orang masing-masing hampir 20 ribu dolar "karena memberikan informasi palsu terkait dengan bukti kredensial vaksinasi dan tes sebelum keberangkatan, serta atas ketidakpatuhan terhadap ketentuan untuk tinggal di akomodasi yang ditetapkan pemerintah dan ketentuan tes pada saat kedatangan."
Sumber : VOA
Kontak Perkasa Futures
PT Kontak Perkasa
PT Kontak Perkasa Futures

Comments
Post a Comment