Skip to main content

Emas Menuju Penurunan Mingguan pasca BlackRock Pangkas Kepemilikannya

 


Kontak Perkasa Futures - Emas bersiap untuk penurunan mingguan kedua beruntun di tengah tanda-tanda pemulihan ekonomi di AS, dengan dana BlackRock Inc. memangkas hampir semua kepemilikan emasnya.

Perusahaan Dana Alokasi Global BlackRock mengurangi kepemilikan menjadi "hampir nol" dari "posisi yang cukup signifikan" empat belas bulan lalu, kata manajer Russ Koesterich dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV, Kamis. Hal ini dilakukan dengan ekspektasi tingkat riil akan normal karena ekonomi global rebound, katanya.

Emas batangan merosot 2,3% pada hari Kamis dan perak jatuh ke level terendah dalam lebih dari sembilan bulan setelah penjualan ritel Amerika naik secara tak terduga pada bulan Agustus. Hal itu mendorong kenaikan imbal hasil Treasury dan dolar, mengurangi permintaan untuk logam mulia yang tidak menghasilkan bunga.

Harga emas di pasar Spot naik 0,5% menjadi $1.762,60 per ounce pada pukul 6:54 pagi waktu London, memangkas penurunan minggu ini menjadi 1,4%. Perak naik 0,2% menjadi $22,9562 per ounce dan telah turun 3,3% minggu ini. Indeks Spot Dolar Bloomberg datar setelah naik 0,4% pada hari Kamis. Platinum naik, sementara paladium turun. (Tgh)

Sumber: Bloomberg

 

PT KP Press

Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa

PT Kontak Perkasa Futures

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Aset Haven Meningkat Terkait Penembakan Pembangkit Nuklir, Emas Naik

  Aset Haven Meningkat Terkait Penembakan Pembangkit Nuklir, Emas Naik Kontak Perkasa Futures  - Emas naik karena meningkatnya permintaan untuk aset haven, setelah penembakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa yang menimbulkan kekhawatiran atas keamanan fasilitas di Ukraina. Bullion menuju kenaikan mingguan karena investor mempertimbangkan dampak ekonomi dari invasi Rusia. Lonjakan harga minyak telah memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan global dan risiko inflasi. Sementara harga emas di pasar spot naik sebanyak 0,8% menjadi $1,950.88 per ons, sebelum diperdagangkan pada $1,940,74 pada 09:24 pagi di Singapura. Harga naik lebih dari 2% pekan ini. Palladium bertambah 1,6%, membawa kenaikan pekan ini menjadi sekitar 19%, di tengah kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan karena Rusia memproduksi sekitar 40% dari logam yang ditambang secara global. Perak stabil dan platinum naik.(yds) Sumber: Bloomberg PT KP Press Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa PT Ko...

Emas Naik ke Tertingginya 8-Bulan Saat Risiko Ukraina Tingkatkan Permintaan Aset Safe Haven

  Emas Naik ke Tertingginya 8-Bulan Saat Risiko Ukraina Tingkatkan Permintaan Aset Safe Haven PT Kontak Perkasa  - Emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari delapan bulan karena kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik memicu permintaan untuk aset haven. Bullion baru saja mencatatkan kenaikan tiga minggu berturut-turut, didorong lebih tinggi oleh kemungkinan konflik di Eropa. Dalam perkembangan terakhir, AS telah mengatakan kepada sekutunya bahwa setiap invasi Rusia ke Ukraina berpotensi membuatnya menargetkan beberapa kota di luar ibu kota Kyiv, menurut tiga orang yang mengetahui masalah tersebut. Presiden Joe Biden mengatakan pada hari Jumat bahwa dia sekarang yakin Presiden Rusia Vladimir Putin telah memutuskan untuk bergerak melawan Ukraina dan bahwa invasi - termasuk serangan di Kyiv - dapat terjadi dalam beberapa hari. Moskow terus menyangkal rencananya untuk menyerang tetangganya yang lebih kecil dan mengatakan telah menarik pasukan kembali dari daerah d...

Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi pada Rabu

  Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi pada Rabu PT Kontak Perkasa  -  Bursa Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Rabu (16/2) memperpanjang reli Wall Street di tengah meredanya kekhawatiran akan invasi Rusia ke Ukraina. Indeks acuan Nikkei 225 naik 1,42 persen atau 381,03 poin menjadi 27.246,22 pada awal perdagangan, sedangkan Indeks Topix yang lebih luas menguat 1,30 persen atau 24,94 poin menjadi 1.939,64. ( knc ) Sumber : AFP PT KP PRESS Kontak Perkasa Futures PT Kontak Perkasa PT Kontak Perkasa Futures