Skip to main content

Gedung Putih 'Yakin' Mandat Vaksinnya Akan Ditegakkan

Gedung Putih 'Yakin' Mandat Vaksinnya Akan Ditegakkan

PT Kontak Perkasa - Gedung Putih pada Minggu (7/11) mengatakan yakin pengadilan akan menyetujui mandat Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengenai kewajiban vaksinasi yang harus dilakukan oleh bisnis-bisnis yang memiliki 100 pekerja atau lebih terhadap para karyawannya. Mandat tersebut juga memberlakukan jika tidak ingin divaksin, karyawan harus menjalani tes COVID-19 secara rutin.

Kepala Staf Gedung Putih Ron Klain mengatakan dalam program "Meet the Press" di stasiun televisi NBC, "Saya cukup yakin bahwa ketika masalah ini diputuskan sepenuhnya, bukan hanya perintah sementara, validitas persyaratan ini akan ditegakkan."

Klain menyebut perintah vaksinasi Biden, yang berdampak pada 84 juta pekerja di sektor swasta dan akan mulai berlaku 4 Januari mendatang, sebagai "hal wajar" untuk membantu mengakhiri pandemi di AS.

Dia mengatakan apabila Badan Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) "bisa memberi tahu orang-orang untuk mengenakan helm pelindung di tempat kerja, berhati-hati dengan bahan kimia, maka kita juga dapat ... menerapkan langkah-langkah sederhana ini untuk menjaga keselamatan pekerja kita."

Mahkamah Agung AS bulan lalu menyetujui mandat vaksin meliputi para pekerja layanan kesehatan di negara bagian Maine, tapi masih belum mempertimbangkan pemberlakuan mandat tersebut secara nasional, seperti perintah Biden yang berdampak pada bisnis-bisnis swasta atau perintahnya yang mewajibkan 4 juta pegawai dan kontraktor federal untuk divaksin sebelum 22 November.

Sumber : VOA


Comments

Popular posts from this blog

Saham Asia Jatuh di Tengah kekhawatiran Virus Varian Delta

  Saham Asia Jatuh di Tengah kekhawatiran Virus Varian Delta PT Kontak Perkasa Futures - Saham Asia gagal mengikuti penutupan yang kuat di Wall Street dengan kekhawatiran tentang penyebaran virus corona varian Delta membebani sentimen bahkan setelah data inflasi AS meredakan kekhawatiran Federal Reserve akan terburu-buru untuk mengurangi dukungan ekonominya. Data itu juga menyebabkan dolar mundur terhadap sebagian besar mata uang utama dan imbal hasil Treasury AS turun tipis semalam meskipun keduanya lebih stabil di jam Asia. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,25% pada awal perdagangan, terseret oleh penurunan 0,24% pada saham bluchip China. Indeks Hong Kong turun 0,2% sementara saham Australia sebagian besar datar dan Nikkei Jepang naik 0,35%. (Tgh) Sumber: Reuters PT KP PRESS PT KONTAK PERKASA FUTURES PT KONTAK PERKASA