Skip to main content

Yen Bergerak Lebih Tinggi, Euro Merosot Saat Meningkatnya Krisis di Ukraina

 Yen Bergerak Lebih Tinggi, Euro Merosot Saat Meningkatnya Krisis di Ukraina

Kontak Perkasa Futures - Mata uang safe-haven yen menyantuh level tertinggi hampir tiga minggu dan euro serta mata uang yang lebih berisiko jatuh pada Selasa saat Rusia memerintahkan pasukan ke bagian-bagian yang memisahkan diri dari Ukraina timur dan wilayah itu berada di ambang perang.

Yen naik tipis sekitar 0,2% menjadi 114,50 terhadap dolar di awal sesi Asia dan euro merosot sekitar 0,1% ke level terendah satu minggu di $1,1297. Franc Swiss, safe-haven lainnya, mencapai level tertinggi satu bulannya semalam.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur sebagai wilayah merdeka pada hari Senin dan memerintahkan tentara Rusia untuk meluncurkan apa yang disebut Moskow sebagai operasi penjaga perdamaian ke wilayah tersebut.

Tidak jelas apakah tindakan tersebut merupakan awal dari invasi Rusia ke Ukraina yang telah diperingatkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya selama berminggu-minggu, tetapi Barat telah mulai merespons dengan menyiapkan sanksi.

Dolar Australia terakhir turun sekitar 0,1% pada $0,7182.

Kiwi sedikit melemah di $0,6695 dan sterling turun sekitar 0,1% menjadi $1,3590.

Indeks dolar AS bertahan di 96,083.

Cryptocurrency berada di bawah tekanan, dengan bitcoin berada di dekat level terendah tiga minggu Senin di $37.112.(mrv)

Sumber : Reuters



PT KP PRESS

Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa

PT Kontak Perkasa Futures

Comments

Popular posts from this blog

Saham Asia Jatuh di Tengah kekhawatiran Virus Varian Delta

  Saham Asia Jatuh di Tengah kekhawatiran Virus Varian Delta PT Kontak Perkasa Futures - Saham Asia gagal mengikuti penutupan yang kuat di Wall Street dengan kekhawatiran tentang penyebaran virus corona varian Delta membebani sentimen bahkan setelah data inflasi AS meredakan kekhawatiran Federal Reserve akan terburu-buru untuk mengurangi dukungan ekonominya. Data itu juga menyebabkan dolar mundur terhadap sebagian besar mata uang utama dan imbal hasil Treasury AS turun tipis semalam meskipun keduanya lebih stabil di jam Asia. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,25% pada awal perdagangan, terseret oleh penurunan 0,24% pada saham bluchip China. Indeks Hong Kong turun 0,2% sementara saham Australia sebagian besar datar dan Nikkei Jepang naik 0,35%. (Tgh) Sumber: Reuters PT KP PRESS PT KONTAK PERKASA FUTURES PT KONTAK PERKASA